<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!-- generator="Joomla! - Open Source Content Management" -->
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
	<channel>
		<title>Artikel Katekese</title>
		<description><![CDATA[paroki serpong santa monika]]></description>
		<link>https://parokiserpong-monika.org/blog/artikel-katekese</link>
		<lastBuildDate>Wed, 23 Jul 2025 18:22:01 +0700</lastBuildDate>
		<generator>Joomla! - Open Source Content Management</generator>
		<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://parokiserpong-monika.org/blog/artikel-katekese?format=feed&amp;type=rss"/>
		<language>en-gb</language>
		<managingEditor>parokisantamonika@gmail.com (Admin Website Paroki Serpong St. Monika)</managingEditor>
		<item>
			<title>Seri 51: KEBANGKITAN BADAN</title>
			<link>https://parokiserpong-monika.org/blog/artikel-katekese/4665-seri-51-kebangkitan-badan</link>
			<guid isPermaLink="true">https://parokiserpong-monika.org/blog/artikel-katekese/4665-seri-51-kebangkitan-badan</guid>
			<description><![CDATA[<p style="font-size: 12.8px; text-align: center;"><span style="font-size: 16px;">Seri 51</span></p>
<p style="font-size: 12.8px; text-align: center;"><span style="font-size: 22px;"><strong>KEBANGKITAN BADAN</strong></span></p>
<p style="font-size: 12.8px; text-align: center;">&nbsp;<img src="https://parokiserpong-monika.org/images/stories/katekese/katekese20180826.JPG" alt="katekese20180826.JPG" /></p>
<p style="font-size: 12.8px;">&nbsp;</p>
<div>BADAN BERSATU KEMBALI DENGAN JIWA. Pada saat kematian, badan manusia mengalami kehancuran, sedangkan jiwanya melangkah menuju Allah dan menunggu sekali kelak akan disatukan kembali dengan badannya. Allah akan menganugerahkan kepada badan kita secara definitif kehidupan yang abadi, yaitu saat menyatukan kembali badan dengan jiwa kita berkat kebangkitan Yesus. Allah akan membangkitkan: “Mereka yang melakukan kebaikan akan keluar dan bangkit untuk hidup yang abadi, tetapi mereka yang melakukan kejahatan akan bangkit untuk dihukum” (Yohanes 5:29).<br />MEREKA YANG DIBERKATI DALAM KRISTUS. Berkat ini datang dari Kristus yang “akan mengubah tubuh kita yang hina ini sehingga serupa tubuh-Nya yang mulia” (Filipi 3:21). Orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa. Sebab yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati (1 Korintus 15:35-37.42.52-53).<br />DENGAN EKARISTI. Meskipun, jawaban atas, bagaimana sesungguhnya ini terjadi: kita hanya dapat menerimanya dengan iman, kita ikut ambil bagian dalam Ekaristi sudah memberi kepada kita satu gambaran mengenai perubahan rupa badan kita oleh Kristus: “Seperti roti yang berasal dari bumi, bila ia menerima panggilan Allah, bukan lagi roti biasa, melainkan Ekaristi, yang terdiri dari dua unsur, unsur duniawi dan surgawi. Demikian juga tubuh kita, bila menerima Ekaristi, tidak lagi takluk kepada kehancuran, tetapi memiliki harpan akan kebangkitan” (St. Ireneus).<br />PADA AKHIR ZAMAN. Kebangkitan akan terjadi secara definitif “pada hari kiamat” (Yohanes 6:39-40.44.54; 11:24), “pada akhir zaman” (Lumen Gentium 48). Kebangkitan orang-orang yang telah meninggal dibubungakan dengan kedatangan Kristus kembali: “pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari surga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit” (1 Tesalonika 4:16).<br />RAHMAT TERSEMBUNYI. Oleh baptisan, kita telah dibangkitkan bersama Kristus. “Kamu dikuburkan dengan Dia dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh imanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati” (Kolose 2:12). Tetapi kehidupan ini “tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah” (Kolose 3:3). “Di dalam Kristus Allah telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di surga” (Efesus 2:6). Sebagai orang yang telah dipuaskan dengan tubuh-Nya di dalam Ekaristi, kita sudah termasuk Tubuh Kristus dan pada hari kiamat, “kita pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan” (Kolose 3:4).<br />MENGHORMATI TUBUH. Sambil merindukan hari kiamat, jiwa dan badan setiap umat beriman sudah mengambil bagian dalam “martabat Kristus.” Sebab itu, setiap umat beriman harus memelihara tubuhnya dan tubuh orang lain dengan hormat. “Tubuh adalah untuk Tuhan dan Tuhan untuk Tubuh. Allah yang membangkitkan Kristus, akan membangkitkan kita juga oleh kuasa-Nya. Tubuhmu adalah anggota- anggota Kristus. Kamu bukan milik kamu sendiri, karena itu, muliakanlah Allah dengan tubuhmu” (1 Korintus 6:13-15.19-20).<br />
<p><span style="font-size: 16px;"><em><strong>Bersambung </strong></em>... <span style="font-size: 16px;">P. Tinus Sirken, O.S.C.</span>.</span></p>
</div>]]></description>
			<author>erickstefanus@gmail.com (Erick Stefanus Jahja)</author>
			<category>Katekese</category>
			<pubDate>Sat, 15 Jun 2019 13:31:33 +0700</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Seri 50: IMAN AKAN KEBANGKITAN BADAN</title>
			<link>https://parokiserpong-monika.org/blog/artikel-katekese/4659-seri-50-iman-akan-kebangkitan-badan</link>
			<guid isPermaLink="true">https://parokiserpong-monika.org/blog/artikel-katekese/4659-seri-50-iman-akan-kebangkitan-badan</guid>
			<description><![CDATA[<p style="font-size: 12.8px; text-align: center;"><span style="font-size: 16px;">Seri 50</span></p>
<p style="font-size: 12.8px; text-align: center;"><span style="font-size: 22px;"><strong>IMAN AKAN KEBANGKITAN BADAN</strong></span></p>
<p style="font-size: 12.8px; text-align: center;">&nbsp;<img src="https://parokiserpong-monika.org/images/stories/katekese/katekese20180826.JPG" alt="katekese20180826.JPG" /></p>
<p style="font-size: 12.8px;">&nbsp;</p>
<div>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 16px;">BANGKIT SEPERTI KRISTUS. Orang benar akan bangkit dan hidup dengan Kristus yang bangkit. Kebangkitan orang benar, seperti Kristus, adalah karya Tritunggal. Roh Kudus yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana oleh Roh-Nya yang diam di dalam kamu (Roma 8:11).<br />“Kebangkitan daging,” merupakan rumusan literal dari pengakuan iman apstolik, artinya bahwa sesudah kematian tidak hanya jiwa kita yang hidup terus, tetapi bahwa tubuh kita yang fana ini juga akan hidup kembali.<br />Kebangkitan orang-orang mati merupakan suatu bagian hakiki dari iman Kristiani. “Kalau tidak ada kebangkitan orang mati maka Kristus juga tidak dibangkitkan. Tetapi, dalam kenyataan, Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal” (1 Korintus 15:12-14).<br />SEMAKIN DINYATAKAN. Allah menyatakan kepada umat-Nya kebangkitan dari antara orang mati langkah demi langkah. Harapan akan kebangkitan badan dari orang-orang yang telah meninggal, sebagai akibat dari iman akan satu Allah, yang menciptakan seluruh manusia dengan jiwa dan badan. Pencipta langit dan bumi, setia akan perjanjian-Nya kepada Abraham dan keturunannya. Memandang kedua kenyataan ini, mulailah iman akan kebangkitan makin nyata. “Raja alam semesta membangkitkan kami untuk kehidupan kekal, karena kami mati demi hukum-hukum- Nya” (2 Makabe 7:9,14).<br />FARISI DAN SADUKI. Pada zaman Yesus, para Farisi percaya akan kebangkitan orang mati. Pada saat yang sama, Yesus menghukum para Saduki yang tidak percaya akan kebangkitan. “Kamu sesat, justru kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah, bahwa Allah adalah Allah orang hidup, bukanlah Allah orang mati” (Markus 12:24-27).<br />JANJI DAN TANDA. Bahkan lebih penting lagi, Yesus menghubungkan iman akan kebangkitan itu dengan pribadi-Nya: “Akulah kebangkitan dan hidup” (Yohanes 11:25). Ia menjajikan kebangkitan kepada mereka yang makan tubuh-Nya dan minum darah-Nya (Yohanes 6:53-59). Ia membangkitkan orang mati sebagai tanda kebangkitan-Nya sendiri yang akan datang. Ia mengumumkan “tanda nabi Yunus,” bahwa Ia akan dibangkitkan setelah tiga hari dalam kubur (Matius 12:39). Para rasul akan menjadi “saksi-saksi kebangkitan” sebab “mereka makan dan minum bersama Yesus setelah Ia bangkit dari antara orang mati (Kisah Rasul 10:41).<br />Iman akan kebangkitan badan bertemu dengan salah paham dan perlawanan. “Tidak ada satu topik pun dalam iman Kristen yang mengalami lebih banyak perlawanan daripada yang berhubungan dengan kebangkitan badan” (St. Agustinus).</span></p>
<p><span style="font-size: 16px;"><em><strong>Bersambung </strong></em>... <span style="font-size: 16px;">P. Tinus Sirken, O.S.C.</span>.</span></p>
</div>]]></description>
			<author>erickstefanus@gmail.com (Erick Stefanus Jahja)</author>
			<category>Katekese</category>
			<pubDate>Sat, 08 Jun 2019 18:41:43 +0700</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Seri 49: PENTAKOSTA</title>
			<link>https://parokiserpong-monika.org/blog/artikel-katekese/4656-seri-49-pentakosta</link>
			<guid isPermaLink="true">https://parokiserpong-monika.org/blog/artikel-katekese/4656-seri-49-pentakosta</guid>
			<description><![CDATA[<p style="font-size: 12.8px; text-align: center;"><span style="font-size: 16px;">Seri 49</span></p>
<p style="font-size: 12.8px; text-align: center;"><span style="font-size: 22px;"><strong>PENTAKOSTA</strong></span></p>
<p style="font-size: 12.8px; text-align: center;">&nbsp;<img src="https://parokiserpong-monika.org/images/stories/katekese/katekese20180826.JPG" alt="katekese20180826.JPG" /></p>
<p style="font-size: 12.8px;">&nbsp;</p>
<div>Pada hari Pentakosta, Paskah Kristus digenapi dengan pencurahan Roh Kudus yang dinyatakan sebagai Pribadi Ilahi. Pada hari itu Tritunggal Mahakudus dinyatakan secara penuh dan utuh. Mereka yang percaya dalam Kristus datang dalam daging dan ikut ambil bagian dalam persekutuan Tritunggal Mahakudus. Roh Kudus membawa dunia masuk ke dalam “zaman akhir”, yaitu zaman Gereja: Kerajaan Allah sudah diterima sebagai warisan, namun belum diselesaikan.<br />Manfaat atau kegunaan pertama dari pencurahan Roh Kudus ialah pengampunan dosa. Kemudian, Roh Kudus memberi kita hidup Tritunggal Mahakudus, yaitu hidup untuk saling mengasihi seperti Allah telah mengasihi kita (1 Yohanes 4:11-12).<br />Dengan kuasa-Nya, kita dapat menghasilkan buah Roh Kudus, ialah kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri (Galatia 5:22-23). Melalui Roh Kudus kita dibaharui kembali kepada Firdaus; dihantar kembali kepada kerajaan surga, diangkat sebagai anak-anak, mengajarkan kita untuk penuh kepercayaan menyebut Allah itu Bapa dan mengambil bagian dalam rahmat Kristus, menjadikan kita anak-anak terang dan turut memiliki kemuliaan abadi (Santo Basilius).<br />Kesatuan perutusan Kristus dan Roh Kudus terlaksana dalam Gereja. Perutusan bersama ini membuat umat beriman masuk ke dalam persekutuan Kristus bersama Bapa-Nya dalam Roh Kudus. Dengan rahmat, Roh Kudus menghadirkan misteri Kristus (terutama dalam ekaristi) untuk membawa manusia ke dalam kesatuan dengan Allah.<br />Perutusan Gereja tidak ditambah pada perutusan Kristus dan Roh Kudus, tetapi Gereja adalah sakramen Kristus dan Roh Kudus. Gereja mewartakan dan membuat hadir misteri kesatuan Tritunggal Mahakudus. Santo Sirilius menyatakan demikian: “Seperti kekuasaan kodrat manusiawi Kristus yang kudus mengakibatkan semua yang ada di dalam Kristus, membentuk satu tubuh tunggal, yaitu Tubuh Mistik Kristus yang tidak terbagi-bagi, ada pada semua orang, dan mengantar semua orang menuju kesatuan rohani.”<br />
<p><span style="font-size: 16px;"><em><strong>Bersambung </strong></em>... <span style="font-size: 16px;">P. Tinus Sirken, O.S.C.</span>.</span></p>
</div>]]></description>
			<author>erickstefanus@gmail.com (Erick Stefanus Jahja)</author>
			<category>Katekese</category>
			<pubDate>Sat, 01 Jun 2019 14:34:27 +0700</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Seri 48: YESUS KRISTUS ADALAH KEPENUHAN WAKTU</title>
			<link>https://parokiserpong-monika.org/blog/artikel-katekese/4652-seri-48-yesus-kristus-adalah-kepenuhan-waktu</link>
			<guid isPermaLink="true">https://parokiserpong-monika.org/blog/artikel-katekese/4652-seri-48-yesus-kristus-adalah-kepenuhan-waktu</guid>
			<description><![CDATA[<p style="font-size: 12.8px; text-align: center;"><span style="font-size: 16px;">Seri 48</span></p>
<p style="font-size: 12.8px; text-align: center;"><span style="font-size: 22px;"><strong>YESUS KRISTUS ADALAH KEPENUHAN WAKTU</strong></span></p>
<p style="font-size: 12.8px; text-align: center;">&nbsp;<img src="https://parokiserpong-monika.org/images/stories/katekese/katekese20180826.JPG" alt="katekese20180826.JPG" /></p>
<p style="font-size: 12.8px;">&nbsp;</p>
<div>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 16px;">Ketika Maria mengunjungi Elisabet, Yohanes dipenuhi dengan Roh kudus mulai dari rahim ibunya (Lukas 1:15, 41). Dalam Yohanes Roh Kudus menyelesaikan karya-Nya, yaitu menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya (Lukas 1:17).<br />Yesus memanggil Yohanes “lebih daripada nabi” (Lukas 7:26). Di dalam dia Roh Kudus menyelesaikan “tutur sapa-Nya melalui para nabi”. Yohanes pun datang sebagai “saksi untuk memberi kesaksian tentang terang (Yohanes 1:7). Yohanes melihat Roh Kudus turun ke atas Yesus dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus. Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Dia inilah Putra Allah, ... Lihatlah Anak Domba Allah (Yohanes 1:33-36). Melalui Yohanes Roh Kudus dapat memulai karya pembaharuan-Nya bagi manusia.<br />Maria adalah karya kesatuan misi Putra dan Roh Kudus. Maria layak menemukan tempat tinggal, di mana Putra dan Roh Kudus tinggal di tengah-tengah manusia. Maria dipuji dan ditampilkan di dalam liturgi sebagai “tahkta kebijaksanaan.” Di dalam dia mulailah karya-karya agung Allah, yang akan diselesaikan Roh, dalam Kristus dan dalam Gereja.<br />Roh Kudus menyiapkan Maria dengan rahmat-Nya. Maria menjadi ibu dari Yesus yang dalam-Nya “berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allah-an” (Kolose 2:9) Mengandung tanpa dosa, ia yang paling sanggup menerima karunia yang tidak terucapkan dari Yang mahakuasa.<br />Dalam Maria, Roh Kudus menyelesaikan rencana Bapa. Dengan kekuatan Roh Kudus dan dengan kekuatan iman, keprawanan Maria menjadi subur secara luar biasa.<br />Yesus diperkenalkan pertama kali kepada para gembala (orang-orang miskin) dan para sarjana (bangsa-bangsa kafir).<br />Melalui Maria Roh Kudus membawa yang lain ke dalam kesatuan dengan Kristus (Simeon dan Anna, para pengantin di Kana dan murid-murid pertama). Melalui Roh Kudus, Maria menjadi Hawa Baru (bunda orang-orang hidup), dan bunda “Kristus paripurna” (pada salib). Pada Pentakosta (menyatakan zaman akhir) Maria bersama para murid memunculkan Gereja (Kisah Rasul 1:14). Seluruh perutusan Putra dan Roh Kudus terdapat dalam kenyataan bahwa Putra sejak inkarnasi-Nya adalah Dia, yang terurapi dengan Roh Bapa: Yesus adalah Kristus, Mesias. Yesus mewahyukan Roh Kudus. Ia menyatakan karya Roh Kudus kepada Nikodemus (Yohanes 3:5-8), dan kepada murid-murid-Nya, sehubungan dengan doa-doa dan kesaksian mereka (Lukas 11:13, Matius 10:19-20). Pada saat kematian-Nya, Yesus menjanjikan Roh Kudus akan diberikan oleh Bapa.<br />Roh Kudus akan mengajarkan kita dan akan mengingatkan kita akan segala sesuatu yang telah dikatakan Yesus Kristus kepada kita, dan memberikan kesaksian tentang Yesus Kristus. Roh Kudus akan menghantar kita kepada seluruh kebenaran dan akan memuliakan Yesus Kristus.<br />Setelah kebangkitan-Nya, Yesus memberikan Roh Kudus, kepada murid-murid-Nya. Mulai saat itu, misi Yesus Kristus dan Roh Kudus menjadi misi Gereja. Sama seperti Bapa mengutus Aku demikian juga sekarang Aku mengutus kamu (Yohanes 20:21).</span></p>
<p><span style="font-size: 16px;"><em><strong>Bersambung </strong></em>... <span style="font-size: 16px;">P. Tinus Sirken, O.S.C.</span>.</span></p>
</div>]]></description>
			<author>erickstefanus@gmail.com (Erick Stefanus Jahja)</author>
			<category>Katekese</category>
			<pubDate>Sat, 25 May 2019 19:38:58 +0700</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Seri 46: ROH KUDUS: NAMA-GELAR-LAMBANG</title>
			<link>https://parokiserpong-monika.org/blog/artikel-katekese/4648-seri-46-roh-kudus-nama-gelar-lambang</link>
			<guid isPermaLink="true">https://parokiserpong-monika.org/blog/artikel-katekese/4648-seri-46-roh-kudus-nama-gelar-lambang</guid>
			<description><![CDATA[<p style="font-size: 12.8px; text-align: center;"><span style="font-size: 16px;">Seri 46</span></p>
<p style="font-size: 12.8px; text-align: center;"><span style="font-size: 22px;"><strong>ROH KUDUS: NAMA-GELAR-LAMBANG</strong></span></p>
<p style="font-size: 12.8px; text-align: center;">&nbsp;<img src="https://parokiserpong-monika.org/images/stories/katekese/katekese20180826.JPG" alt="katekese20180826.JPG" /></p>
<p style="font-size: 12.8px;">&nbsp;</p>
<div>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 16px;">Nama Roh Kudus diberikan oleh Kristus (Matius 28:19). Pada satu sisi, Roh Kudus dari kata: Roh dan Kudus lambang Pribadi ketiga ilahi. Kata “Roh” sepadan dengan kata Ibrani “Ruakh” yang berarti nafas, udara, angin. Yesus memakai lambang yang mengesankan yaitu angin, supaya membuat Nikodemus merasakan kenyataan baru, yaitu nafas Allah, Roh ilahi sebagai Pribadi. Pada sisi lain, kata: Roh dan Kudus adalah sifat ilahi, yang sama-sama berlaku untuk Pribadi ketiga ilahi. Kitab Suci, Liturgi dan bahasa teologi, menggabungkan kedua istilah itu, untuk menyebut Pribadi Roh Kudus yang tidak dapat diungkapkan dalam kata-kata itu. Selama empat kali, Yesus juga memanggil Roh Kudus “Parakletos” (Yohanes 14:16-24; 15:26; 16:7), arti harafiah: “ad-vocatus”, artinya yang dipanggil mendampingi seseorang. “Parakletos” biasanya diterjemahkan dengan penghibur atau pembantu. Yesus juga memanggil Roh Kudus sebagai Roh Kebenaran (Yohanes 16:13). Rasul Paulus menyebut Roh yang dijanjikan (Galatia 3:14; Efesus 1:13), yaitu Roh yang menjadikan kamu anak Allah (Roma 8:15) ialah Roh Kristus (Roma 8:9) Roh Tuhan (2 Korints 3:17) Roh Allah (Roma 8:14). Lambang-lambang Roh Kudus: <br />(1) Air. Air melambangkan tindakan Roh dalam pembaptisan. Kelahiran kita yang pertama mengambil tempat di dalam air, maka air pembaptisan melambangkan kelahiran untuk kehidupan ilahi.<br />(2) Pengurapan. Pengurapan dengan minyak tanda Sakramen Penguatan. Dalam inisiasi Kristen, pengurapan adalah tanda sakramental dari Sakramen Penguatan (disebut “Khrismation” dalam Gereja Timur). Yesus diurapi Allah dengan cara yang unik yaitu oleh Roh Kudus. Maka, Yesus menjadi Kristus oleh pengurapan Roh Kudus.<br />(3) Api. Api melambangkan daya transformasi perbuatan Roh Kudus. Yohanes Pembaptis memaklumkan bahwa Yesus akan dibaptis dengan Roh Kudus dan api (Lukas 3:16). Yesus datang untuk melemparkan api ke bumi (Lukas 12:40) dan pada Pentakosta, Roh Kudus datang dalam bentuk “lidah-lidah seperti api” (Kisah Rasul 2:3- 4). Rasul Paulus menggunakan lambang yang berkesan mengenai Roh Kudus, “Jangan padamkan Roh” 1 Tesalonika 5:19).<br />(4) Awan dan terang. Dalam Perjanjian Baru Roh Kudus “turun” atas Perawan Maria dan “menaunginya”, supaya ia mengandung dan melahirkan Yesus (Lukas 1:35). Pada saat transfigurasi, Roh Kudus datang dalam awan, menaungi Yesus, Musa, Elia, Petrus, Yakobus dan Yohanes, dan terdengarlah suara dari dalam awan: Inilah Putra Ku yang Kukasihi, dengarkanlah Dia” (Lukas 9:34-35). Pada hari Kenaikan Tuhan, awan mengambil Yesus dari hadapan murid-murid-Nya (Kisah Rasul 1:9).<br />(5) Meterai. Meterai adalah lambang yang erat berkaitan dengan pengurapan. Kristus telah disahkan oleh Bapa dengan meterai-Nya (Yohanes 6:27), dan dalam Kristus, Bapa juga memeteraikan tanda milik-Nya atas kita (bdk. Korintus 1:22; Efesus 1:13; 4:30). Meterai (Yunani: sphragis) menunjukkan pengurapan Roh Kudus yang tak terhapuskan dalam sakramen pembaptisan, penguatan, dan tahbisan. Meterai dipakai dalam beberapa tradisi teologis untuk mengungkapkan “karakter” yang tidak terhapuskan, tanda yang ditanamkan oleh ketiga sakramen yang tidak dapat diulangi.<br />(6) Penumpangan Tangan. Yesus menyembuhkan orang sakit dan memberkati anak-anak kecil, dengan menumpangkan tangan ke atas mereka. Para Rasul melakukan yang sama atas nama Yesus (Markus 16:14; Kisah Rasul 5:12; 14:3). Melalui penumpangan tangan para rasul, Roh Kudus diberikan (Kisah Rasul 8:17-19; 13:3; 19:6). Gereja mempertahankan tanda pencurahan Roh Kudus ini dalam tindakan sakramentalia epiklesis<br />(7) Jari. Dengan jari Allah, Yesus mengusir setan (Lukas 11:20). Perintah Allah ditulis dengan jari Allah atas loh-loh batu (Keluaran 31:18), “surat Kristus” yang ditulis oleh para Rasul, ditulis dengan Roh dari Allah yang hidup pada loh-loh daging yaitu di dalam hati manusia (2 Korintus 3:3).<br />(8) Merpati. Ketika Kristus keluar dari kolam baptisan-Nya Roh Kudus<br />dalam rupa merpati turun atas-Nya dan berhenti di atas-Nya<br />(bdk Matius 3:16).</span></p>
<p><span style="font-size: 16px;"><em><strong>Bersambung </strong></em>... <span style="font-size: 16px;">P. Tinus Sirken, O.S.C.</span>.</span></p>
</div>]]></description>
			<author>erickstefanus@gmail.com (Erick Stefanus Jahja)</author>
			<category>Katekese</category>
			<pubDate>Sat, 18 May 2019 17:35:41 +0700</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Seri 45: BERIMAN DALAM ROH KUDUS</title>
			<link>https://parokiserpong-monika.org/blog/artikel-katekese/4643-seri-45-beriman-dalam-roh-kudus</link>
			<guid isPermaLink="true">https://parokiserpong-monika.org/blog/artikel-katekese/4643-seri-45-beriman-dalam-roh-kudus</guid>
			<description><![CDATA[<p style="font-size: 12.8px; text-align: center;"><span style="font-size: 16px;">Seri 45</span></p>
<p style="font-size: 12.8px; text-align: center;"><span style="font-size: 22px;"><strong>BERIMAN DALAM ROH KUDUS</strong></span></p>
<p style="font-size: 12.8px; text-align: center;">&nbsp;<img src="https://parokiserpong-monika.org/images/stories/katekese/katekese20180826.JPG" alt="katekese20180826.JPG" /></p>
<p style="font-size: 12.8px;">&nbsp;</p>
<div>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 16px;">Karya Roh Kudus adalah pengudusan. Tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah (1 Korintus 2:11). Roh Allah itu adalah Roh Kudus yang mewahyukan Allah dan membuat kita mengenal Yesus Kristus, Sabda Allah yang hidup. Maka Roh Kudus mewahyukan Allah dengan pengantaraan Yesus Kristus, Sabda Allah yang kita dengarkan. Roh Kudus yang menyatakan Allah melalui Yesus Kristus bagi kita ini tidak berbicara dari diri-Nya sendiri (Yohanes 16:13).<br />Sikap rendah hati yang ilahi ini menjelaskan, mengapa dunia tidak dapat menerima-Nya karena dunia tidak melihat-Nya dan tidak mengenal-Nya, sedangkan mereka yang percaya kepada Yesus Kristus mengenal-Nya, karena Yesus Kristus menyertai mereka (Yohanes 14:17).<br />Jadi, Roh Kudus itulah yang menginspirasi Kitab Suci, yang memberi kita Tradisi, yang membimbing Magisterium Gereja, yang memberi kita kesatuan dengan Kristus melalui sakramen-sakramen, yang membela kita dalam doa, yang memberi kita krisma dan tugas pelayanan, yang mengilhami kehidupan apostolik dan misionaris, dan yang bersaksi melalui para kudus.<br />Yesus Kristus dan Roh Kudus bekerjasama. Roh adalah sungguh Allah. Roh Kudus sehakikat dengan Bapa dan Putra. Roh Kudus tidak dapat dipisahkan dari Bapa dan Putra, baik dalam kehidupan batin Allah Tritunggal dan dalam pekerjaan Tri Tunggal. Ketika Bapa mengutus Putra-Nya, Ia juga mengutus Nafas-Nya, karena itu adalah perutusan bersama, di mana Putra dan Roh Kudus berbeda satu dari yang lain, tetapi tidak dapat dipisahkan satu dari yang lain. Yesus Kristus tampak sebagai rupa yang kelihatan dari Allah yang tidak kelihatan. Roh Kuduslah yang mewahyukan Allah yang tidak kelihatan menjadi kelihatan dalam diri Yesus Kristus yang kelihatan.<br />Ketika Yesus Kristus dimuliakan, Ia akan mengirim Roh Kudus dari Bapa kepada mereka yang percaya kepada-Nya (Yohanes 7:19) dan Putra menyampaikan kemuliaan-Nya kepada mereka, artinya Ia memberikan Roh yang memuliakan Dia. Sejak itulah, perutusan bersama dinyatakan dalam anak-anak, yang telah diangkat oleh Bapa yang menyatukan Yesus Kristus dengan Roh Kudus.<br />Jadi, antara Yesus Kristus dan Roh Roh, tidak ada jarak. Sama seperti akal budi maupun pancaindra tidak melihat sesuatu antara permukaan badan dan minyak yang dioles di atasnya. Santo Gregorius dari Nisa, meneguhkan iman Gereja ini, bahwa komunikasi antara Yesus Kristus dan Roh Kudus itu sifatnya langsung, sehingga siapapun yang berkomunikasi dengan Yesus Kristus melalui iman, lebih dahulu berkomunikasi dengan minyak yang dioles pada tubuhnya.</span></p>
<p><span style="font-size: 16px;"><em><strong>Bersambung </strong></em>... <span style="font-size: 16px;">P. Tinus Sirken, O.S.C.</span>.</span></p>
</div>]]></description>
			<author>erickstefanus@gmail.com (Erick Stefanus Jahja)</author>
			<category>Katekese</category>
			<pubDate>Sat, 11 May 2019 19:07:05 +0700</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Seri 44: ROH KUDUS DAN PENGUDUSAN</title>
			<link>https://parokiserpong-monika.org/blog/artikel-katekese/4640-seri-44-roh-kudus-dan-pengudusan</link>
			<guid isPermaLink="true">https://parokiserpong-monika.org/blog/artikel-katekese/4640-seri-44-roh-kudus-dan-pengudusan</guid>
			<description><![CDATA[<p style="font-size: 12.8px; text-align: center;"><span style="font-size: 16px;">Seri 44</span></p>
<p style="font-size: 12.8px; text-align: center;"><span style="font-size: 22px;"><strong>ROH KUDUS DAN PENGUDUSAN</strong></span></p>
<p style="font-size: 12.8px; text-align: center;">&nbsp;<img src="https://parokiserpong-monika.org/images/stories/katekese/katekese20180826.JPG" alt="katekese20180826.JPG" /></p>
<p style="font-size: 12.8px;">&nbsp;</p>
<div>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 16px;">Hanya melalui Roh Kudus seseorang dapat berhubungan dengan Kristus (1 Korintus 12:3). Iman ini digambarkan oleh Santo Ireneus demikian: melalui pembaptisan, Roh Kudus memberi kita kehidupan Bapa yang ditawarkan melalui Yesus Putra Bapa. Mereka yang memiliki Roh Allah dibawa kepada Yesus Putra-Nya (yaitu, Sabda) dan Putra memperkenalkan mereka kepada Bapa, dan Bapa menganugerahkan kepada mereka keabadian.<br />Roh Kudus adalah yang pertama mengkomunikasikan hidup baru, dan Roh Kudus adalah Pribadi terakhir yang dinyatakan. Pedagogi ilahi ini dijelaskan oleh Santo Gregorius dari Nasiansa, dengan urutan seperti ini: Perjanjian Lama mewahyukan Bapa secara terbuka, dan Putra samar-samar. Perjanjian Baru mewahyukan Putra dan memberi kepada kita tanda-tanda awal mengenai keilahian Roh Kudus. Sekarang Roh Kudus tinggal di antara kita dan memberi kita suatu pandangan yang jelas mengenai diri-Nya. Ketika orang belum mengakui keilahian Bapa, rasanya tidak bijaksana untuk mengumumkan Putra dan keilahian Putra secara terbuka, maka tidak bijaksana pula menambahkan Roh sebagai beban baru.<br />Syahadat Nisea mengajarkan bahwa Roh Kudus bekerja di antara kita. Roh Kudus adalah satu pribadi dari Tritunggal, satu substansi dengan Bapa dan Putra. Pada akhir zaman, rencana ilahi diselesaikan dengan pencurahan Roh Kudus. Roh Kudus membawa Gereja, persekutuan santo-santa orang kudus, pengampunan dosa, kebangkitan badan dan kehidupan kekal.</span></p>
<p><span style="font-size: 16px;"><em><strong>Bersambung </strong></em>... <span style="font-size: 16px;">P. Tinus Sirken, O.S.C.</span>.</span></p>
</div>]]></description>
			<author>erickstefanus@gmail.com (Erick Stefanus Jahja)</author>
			<category>Katekese</category>
			<pubDate>Sat, 04 May 2019 18:25:17 +0700</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Seri 43: KRISTUS DATANG DALAM KEMULIAAN</title>
			<link>https://parokiserpong-monika.org/blog/artikel-katekese/4637-seri-43-kristus-datang-dalam-kemuliaan</link>
			<guid isPermaLink="true">https://parokiserpong-monika.org/blog/artikel-katekese/4637-seri-43-kristus-datang-dalam-kemuliaan</guid>
			<description><![CDATA[<p style="font-size: 12.8px; text-align: center;"><span style="font-size: 16px;">Seri 43</span></p>
<p style="font-size: 12.8px; text-align: center;"><span style="font-size: 22px;"><strong>KRISTUS DATANG DALAM KEMULIAAN</strong></span></p>
<p style="font-size: 12.8px; text-align: center;">&nbsp;<img src="https://parokiserpong-monika.org/images/stories/katekese/katekese20180826.JPG" alt="katekese20180826.JPG" /></p>
<p style="font-size: 12.8px;">&nbsp;</p>
<div>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 16px;">Peristiwa kenaikan Yesus Kristus ke Surga mengandung makna bahwa Ia sekarang dalam kodrat manusiawi-Nya ikut serta dalam kekuasaan dan wewenang Allah. Yesus Kristus adalah Tuhan atas orang hidup maupun atas orang mati (Roma14:9) sebab Ia memiliki segala kekuasaan.<br />Yesus Kristus adalah Tuhan semesta alam dan sejarah. Dalam Dia sejarah manusia dan seluruh ciptaan kembali dipersatukan (Efesus 1:10) dan disempurnakan di bawah satu kepala. Meskipun Ia telah diangkat dan dimuliakan di dalam surga, namun Kristus tinggal di dunia dalam Gereja-Nya. Penebusan adalah sumber otoritas yang Kristus jalankan dalam Gereja-Nya berkat Roh Kudus. Gereja (=Kerajaan Kristus) yang sudah hadir dalam misteri adalah “benih dan awal Kerajaan Allah di dunia ini” (Lumen Gentium 3; 5).<br />Dalam Kristus kita masuk dalam “waktu yang terkahir” (1 Yohanes 2:18). Sudah tibalah bagi kita akhir zaman (1 Korintus 10:11). Pembaharuan dunia telah ditetapkan, tak dapat dibatalkan, dan secara nyata mulai terlaksana di dunia ini. Gereja ditandai kesucian yang sesungguhnya meskipun tidak sempurna (Lumen Gentium 48). Kerajaan Kristus menunjukkan kehadiran-Nya melalui tanda-tanda ajaib (Markus 16:17-18) yang mengiringi pewartaan Gereja.<br />Kerajaan Kristus akan secara sempurna digenapi ketika Kristus kembali sebagai Raja. “Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya” (Lukas 21:27). Kerajaan Kristus masih diserang oleh kekuatan-kekuatan jahat, walaupun sebenarnya sudah dikalahkan oleh Paskah Kristus. Maka orang Kristiani berdoa terutama dalam perayaan Ekaristi momohon “datanglah Tuhan Yesus Kristus” (Wahyu 22:20).<br />Gereja akan masuk ke dalam kemuliaannya yang terakhir hanya dengan mengingikuti Tuhannya melalui kematian dan kebangkitan-Nya. Ini tidak akan menjadi kemenangan historis Gereja, tetapi kemenangan Allah dalam perjuangan akhir melawan yang jahat. Dalam kemenangan ini Kristus akan turun dari surga.<br />Yesus Kristus mengumumkan pengadilan terakhir yang menyatakan prilaku setiap pribadi dan isi hati yang paling rahasia dari setiap orang. Sikap terhadap sesama akan menunjukan, apakah orang menerima atau menolak rahmat dan cinta Allah. Yesus akan mengatakan, “segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku” (Matius 25:40).<br />Dengan kematian-Nya, Yesus Kristus memiliki hak untuk menghakimi semua manusia. Bapa menyerahkan seluruh pengadilan kepada Putra-Nya (Yohanes 5:22). Putra datang untuk menyelamatkan dan untuk memberikan kehidupan yang ada pada-Nya (Yohanes 3:17). Mereka yang menolak rahmat Kristus, telah mengadili dirinya sendiri untuk selamanya.</span></p>
<p><span style="font-size: 16px;"><em><strong>Bersambung </strong></em>... <span style="font-size: 16px;">P. Tinus Sirken, O.S.C.</span>.</span></p>
</div>]]></description>
			<author>erickstefanus@gmail.com (Erick Stefanus Jahja)</author>
			<category>Katekese</category>
			<pubDate>Sat, 27 Apr 2019 19:16:07 +0700</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Seri 42: KETURUNAN DAN KENAIKAN TUHAN</title>
			<link>https://parokiserpong-monika.org/blog/artikel-katekese/4632-seri-42-keturunan-dan-kenaikan-tuhan</link>
			<guid isPermaLink="true">https://parokiserpong-monika.org/blog/artikel-katekese/4632-seri-42-keturunan-dan-kenaikan-tuhan</guid>
			<description><![CDATA[<p style="font-size: 12.8px; text-align: center;"><span style="font-size: 16px;">Seri 42</span></p>
<p style="font-size: 12.8px; text-align: center;"><span style="font-size: 22px;"><strong>KETURUNAN DAN KENAIKAN TUHAN</strong></span></p>
<p style="font-size: 12.8px; text-align: center;">&nbsp;<img src="https://parokiserpong-monika.org/images/stories/katekese/katekese20180826.JPG" alt="katekese20180826.JPG" /></p>
<p style="font-size: 12.8px;">&nbsp;</p>
<div>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 16px;">Dalam peristiwa kematian Yesus telah turun ke bagian bumi yang paling bawah dan dalam peristiwa kebangkitan Yesus juga yang telah naik (Efesus 4:9-10). Maka dalam syahadat kita juga mengakui bahwa Yesus turun ke alam kematian dan bangkit pada hari ketiga dari antara orang mati, karena melalui Misteri Paskah-Nya, Yesus Kristus membuat kehidupan lahir dari jurang kematian.<br />Kita dapat simak pengertian syahadat Gereja, para Rasul mengajarkan bahwa Yesus, seperti semua manusia bersatu dengan setiap orang dalam realitas kematian. Namun, Ia naik sebagai penyelamat yang telah mengajarkan Injil kepada roh-roh yang ada di dalam penjara (1 Petrus 3:19).<br />Kitab Suci (Filipi 2:10), menyebut tempat peristirahatan orang mati, yang dimasuki Kristus sesudah kematian-Nya disebut neraka (sheol atau hades), sebab jiwa-jiwa yang tertahan di sana kehilangan pandangan Allah (Mazmur 6:6; 88:11-13). Itulah keadaan semua orang mati sebelum kedatangan Penebus, apakah mereka jahat atau jujur (Mazmur 89:49; Yeheskiel 32:17-32). Tetapi itu tidak berarti bahwa mereka semua mempunyai nasib yang sama.<br />Yesus menunjukan hal itu kepada kita dalam perumpamaan tentang Lazarus yang miskin, yang diterima dalam pangkuan Abraham (Lukas 16:22-26). Jiwa orang jujur, yang menantikan Penebus dalam pangkuan Abraham, dibebaskan Kristus Tuhan waktu Ia turun ke dunia orang mati (Roman Cathecism 1,6,3). Yesus tidak datang ke dunia orang mati untuk membebaskan orang-orang terkutuk dari dalamnya, juga tidak untuk menghapuskan neraka, tempat terkutuk, tetapi Yesus datang ke dalam dunia orang mati untuk membebaskan orang-orang benar yang hidup sebelum Dia (Matius 27:52-53; Sinode Toledo IV, 625).<br />Dalam Injil Yesus mengatakan, orang mati akan mendengar suara Putra Allah, dan mereka yang mendengarkan-Nya akan hidup (Yohanes 5:25). Dengan kematian, Yesus memusnahkan iblis, yang berkuasa atas maut, supaya Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut (Ibrani 2:14-15). Yesus Kristus yang telah bangkit, sekarang memegang di tangan-Nya segala kunci maut dan kerajaan maut (Wahyu 1:18) dan dalam nama Yesus Kristus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi (Filipi 2:10).<br />Allah menggenapi janji-Nya dengan membangkitkan Yesus Kristus (Kisah Rasul 13:32-33). Kebangkitan Yesus Kristus adalah kebenaran iman, artinya, kebangkitan Yesus Kristus adalah puncak iman Gereja. Umat beriman kristen perdana mempercayai dan menghayati Kebangkitan Yesus Kristus adalah pusat kebenaran iman.<br />Akhirnya, melalui Tradisi Suci Gereja mengajarkan dan meneruskan iman para Rasul dan umat perdana ini sebagai dasar iman Gereja. Dokumen-dokumen Perjanjian Baru membuktikan iman rasuli akan salib Yesus Kristus, diwartakan sebagai esensi dari Misteri Paskah. Kristus telah bangkit dari antara orang mati. Dengan kematian-Nya Kristus telah mengalahkan kematian dan memberi kehidupan kepada orang-orang mati (Liturgi Bizantin, pada hari Paskah).</span></p>
<p><span style="font-size: 16px;"><em><strong>Bersambung </strong></em>... <span style="font-size: 16px;">P. Tinus Sirken, O.S.C.</span>.</span></p>
</div>]]></description>
			<author>erickstefanus@gmail.com (Erick Stefanus Jahja)</author>
			<category>Katekese</category>
			<pubDate>Sat, 20 Apr 2019 22:35:30 +0700</pubDate>
		</item>
	</channel>
</rss>
